Kamis, 12 April 2018

Sebuah paket

Untuk yang telah mengirimkannya,
Sebuah paket kuterima pagi ini. Paket yang terlalu dini. Sesuatu yang tak pernah kuminta, tapi Si Pengirim lebih mengerti waktu yang paling tepat untuk memberikannya. Mungkin Dia tahu aku sudah siap menerimanya, mungkin Dia tahu kalau aku membutuhkannya. Mungkin Dia tahu kalau dua lebih baik daripada satu.
Sepaket yang jauh dari sempurna. Bingkisannya hanya dibalut oleh kesederhanaan. Diisi oleh hati yang utuh, senyuman yang mampu membuatku luluh, tawa yang membuat awan kelabu dalam hari-hariku lumpuh dan perjalanan pikirannya yang begitu ingin kutelusuri. Kabut asing yang menyelimutinya kini luput oleh sebuah perkenalan. Lewat peristiwa-peristiwa buatan Dia yang begitu magis, sekaligus manis. Ikatan-ikatan lain pun mendekatkan lewat berulang kali pertemuan. Aku hanya belum tahu kalau paket itu akan benar-benar sampai ke rumah yang tepat; hatiku.
Diatas paket itu tertulis sebuah nama yang tak asing, nama yang selalu membuat telingaku jeli saat semesta membicarakannya, nama yang begitu mudah mengirimkan kebahagiaan, nama yang membuat kekagumanku begitu pekat. Sepaket yang begitu manis sudah tiba di depanku. Satu hal yang terlintas dalam kepala saat menemukannya, “Aku ingin menjaganya”.
Terima kasih sudah mengirimkan pria ini untuk kujaga hatinya. Terima kasih sudah memilihku untuk jadi perempuannya. Terima kasih telah mempersatukan kami, Tuhan. Terima kasih karena Kau selalu mengerti, jauh lebih mengerti dari apa yang biasa kepala ini terka-terka. Terima kasih untuk paket-paket masa lalu yang pernah kau pindahkan haluan, karena kini aku sudah benar-benar menemukan yang terbaik. Terima kasih untuk cinta yang masih tersedia untuk kami berdua. Tuhan, tetaplah menjadi perantara.
Yang sedang berbahagia.

Sebuah paket Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Admin Plus

0 komentar:

Posting Komentar